Edwin Siagian

tentang edwin siagian
Jika pikiran saja boleh menakjubkan kebenaran.

Justru ulah coba?

Anggap lah ada teman yang kakaknya mendadak jatuh/kecelakaan/sakit kritis hingga terbaring koma di rumah sakit.

Namun teman kita ini malah sibuk Menurunkan� janji kakaknya.

Seolah-olah ia yakin kakaknya sudah tidak ada cita-cita lagi.

Start dari cari tau apakah kakaknya punya asuransi Arwah, hingga nomor pin untuk unlock HP dan kata sandi computer sang raka “just in case” ada yang kontak

Mungkin ya memang maksudnya biar gak grasa-grusu di hari H, seandainya kakaknya beneran berpulang.

Hingga kakaknya pun karenanya tutup mata beneran.

——

Umur memang di tangan Tuhan.

Sungguhpun Begitu, beda Keyakinan, beda juga taktik pandangnya.

Ada yang memperkatakan umur tidak dapat diperpanjang, hari hingga detik sudah ditentukan. Jadi langkah di atas tidak akan berdampak apa-apa. Kurun iya meninggalnya karena salah dia.

Namun ada juga yang mendebat bahwa umur boleh diperpanjang, andai gak Dapat, ngapain juga meratibkan orang yang lagi sakit?

——

Apabila gue sih ya, tanpa ngomongin soal kepercayaan,

Sekiranya gue yang terbaring, lalu terbentuk dan mendatangi hal di mana marga gw udah obrak abrik Beberapa-barang gue, udah siapin ini itu..

Gw sih sedih loh.

Gitu aja random thought hari ini

Banyak entrepreneur startup yang produknya booming
Tapi kok ownernya keliatan bersisa struggle.
Hidupnya publik aja, seperti gak ada perubahan.

Faktornya dapat bermacam-macam.

– Boleh karena dia stay humble,
– Dapat karena dia banyak hutang dari kegagalan sebelumnya,
– Dapat karena uangnya difungsikan untuk membagi kelompok besar nya dan sedekah.

Nah yang mungkin eksentrik dibahas,
Dapat juga karena dia lagi scaling up.

===

Analoginya saya bikin kependekan dulu ya:
Stock = S
Omset = O
Faedah = P
Biaya Marketing = BM
Biaya Lain-lain Bayaran( + Operasional) = BL

Katakan, A mau menjadi Merek Owner, dengan launching produknya sendiri:

Dari tabungannya yang selagi ini dikumpulkan, dia punya modal 85 juta yang lalu

dibelikan Stock senilai 50 juta, dengan rencana bayaran jual 3x lipat.
Lalu untuk menjemput traffic Konsumen, keluar BM 20 juta
Obat lelah Personel + Operasional, Rp 15 juta

Dalam 1 Hari, si A girang lain main karena stocknya habis. Omset = 50jt Stock x 3 biaya jual = 150 juta

Maka Rezeki =
Omset – Stock – BM – BL =
150 – 50 – 20 – 15 = 65 jt
Omset 150 juta , Asian 65 jt

===

Nah, di tanggal kedua,

Jika si A happy dengan mujur 65 juta-nya ini, dan enggan scale up. ya udah begitu stock habis, dia repeat lagi aja bentuk yang sama.
alias dari omsetnya yang sudah masuk simpanan senilai 150 juta, dia belikan lagi Stock 50 juta, BM 20 juta, BL 15 juta.

Namun kali ini lain dalam 1 agenda baru habis, tapi dalam 1 pekan sudah habis

wih.. kok boleh 1 pekan habis?,

 

Lihat juga

siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian

 

 

karena BM itu andai bola salju, sampai-sampai mengiklankan merk Utuh, di mana semakin merek awarenessnya Terbangun, semakin arkais semakin
1. retakan produknya jadi cepat habis karena lebih banyak syarat seiring dengan brandnya yang sudah start dikenal orang.
2. atau BM-nya kian anom hingga mengidap tutul maintenance saja, apabila awalnya BM 20 juta, dapat jadi hari ini BM cukup 15 juta, andai mau produknya tetap habis dalam sebulan alias tidak lebih cepat.
Akan beda cerita dengan yang ingin scale up, di mana si A mau target profitnya menaik dari yang 65 jt di kalendar ke 1, naik 4x lipat minimal di tanggal ke 2, bahkan sesudah memandangi stock 50 jutanya sudah habis dalam jangka seminggu pertama, yang mengunjungkan rezeki bersih 65 juta di pekan pertama itu.

maka, di bln ke 2 pekan ke 2 begitu stocknya habis.

Dia beli stock lagi 150 juta (50 juta/ pekan x sisa 3 minggu)

BM yang dari 20 juta, dia up jadi 60 juta/bln

BL karena jumlah staff ditambah utk packing dan CS, dari 15 juta yang sudah diefisienkan volume staffnya, ternyata cukup x 2 Lain( x 4) menjadi 30 juta.

Dengan asumsi total stock senilai 200 juta belakangan habis di kalendar ke 2, yang melabuhkan omset 600 juta,

maka Langkah kanan di bln ke dua pun menjadi:
Omset – Stock – BM – BL =
600 – 200 – 60 – 30 = 310 jt

kini dengan omset 600 juta, profitnya menjadi 310 juta.

Si A bingung.
Apakah 310 juta ini, mau dikembalikan kaum untuk nebus modal (yang sudah dikeluarkan senilai 85 juta pas menganjuri usaha + 190 juta di agenda kedua)

atau diputer lagi, bahkan diperbesar injeksi modalnya, untuk akan asian terlebih tinggi, tambahan pula pas produknya lagi beruang di noktah lagi booming-boomingnya.

Atau ya dia sudah cukup happy dengan langkah baik 310 juta/bulan ini.

=======

Keadaan di atas akan mudah jika daya upaya pendirian produk tidak ada lead time jangka Penyusunan, ibarat hari ini habis, mau nyetok berapa pun, bengkel sedia stock yang dapat langsung bingkis ke gudang kita di hari itu juga.

beda cerita misalnya lead time-nya butuh 1 hingga 3 Kalendar, tentu si A harus keluar modal untuk Stock lebih banyak.

===

Dan tidak juga masalah si A ini kok alhasil gak ada puasnya dengan rezeki yang sudah 310 jt itu, sampe tetep maunya diputer aja lagi kekayaan profitnya, tanpa diambil se-sen pun untuk ia sendiri.

Bersi teguh itu tidak mudah, apakah A yakin dia akan terus stabil menurut angka guna 310 jt/bulan seterusnya?

Sementara trend di produk-produk kepentingan betina (fashion + beauty), peak-nya itu Rata rata melainkan 5 tanggal dalam setahun –> 2 tanggal di rekahan tanggal lebaran + 3 tanggal buat akhir tahun.

Jadi dapat saja si A tetap menutup tidak cekit sesen-pun terbenam setahun penuh, untuk memantau pergerakan daya startupnya itu dapat hit di angka berapa sih maksimalnya.

Belum lagi andaikan peluru modal sudah habis dari tabungannya Esa, dan si A tidak mau menggelantung pada tunggakan pihak manapun juga.

===

Jadi rezeki yang si A lihat lebih ke faedah setahun, ketimbang faedah sebulan. Tahun ini naik berapa dibanding tahun lalu, di bandingkan membuat target tiap hari langkah baik harus naik sekian Komisi, tanpa ancang-ancang injeksi modal, perulangan staff, space Dinas, BM, BL.

Gw cukup kolot bekerja menjadi Kastemer Analyst di 2 perseroan berbeda. kurleb 5 tahun, yang ilmunya kepake benarbenar di bidang usaha gw yang sekarang.

Dan gw rasa, pembisnis butuh mengetahui signifikansi dari Costumer Retention, Kastemer Lapse & Solusinya, dan Strategi scale up kedepannya.

===

Scale Up tanpa signifikansi trend pasar, dan tidak siap dari sisi marketingnya (stock mati), maupun dari sisi operasionalnya (stock habis terus, jumlah staff kurang utk support hingga Berpesai-pesai) ==> mati diri.

===

Moral Story-nya:
Tenggang Sukses kok Arta Kayak Gak Ada?

ya tak gak ada, tapi belum megang aja,

tapiiii.. dapat juga, jadi malah nol besar periode diputer terus untuk scale up yang tanpa Ancang-ancang.

Tambahan :

siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian
siapa edwin siagian