Siapa Edwin Siagian?

Pertanyaan yang menarik siapa edwin siagian?
Bagaimana Menjauhkan perkataan orang lain yang rusak untuk kita, atau bahkan bicara negatif dari diri bulat yang tak sengaja terucap, agar tidak masuk ke belief system?

Karena ketentuan gw tadi pagi tentang “The Power Of Words” di mana celotehan negatif seorang malah tanpa siuman jadi Merecoki pikiran kita, sementara pikiran kita ini boleh menakjubkan hal-hal yang balasannya menjadi keaslian (beneran kejadian).
Lantas jadi banyak yang bertanya, “bagaimana biar kita gak mikirin ya ci?

Celotehan negatif orang lain itu seperti apa? tambahan pula jika orang tertulis memiliki otoriti (yang opininya kita anggap layak didengar)
“Dari semua anak ayah, cuma anda yang ayah gak yakin dapat sukses!”
“hah elo putus lagi? elo lewat usia 35 belum nikah juga sih, susah lo dapetin jodoh”
“elo lagi di mall? eh Siap sedia lu, temen gw abis nge-mall, eh gak tua kena kopit”
“dari garis tangan elo, gw liat elo boleh nikah 2x, jodoh lo tidak istri yang sekarang”

Bahkan omongan diri sendiri
“laki gw kerja sampe malem terus sekarang di kantornya, apa dia selingkuh ya?”
“lo mah enak ya, singset terus.. lah gue minum air aja, rumit gue naik 3 kilo!”
“ah daya gue mah apa sih!, receh lah dibanding elo”
“kak, ini gw belas kasihan tau dulu ya semua dokumen penting gue, jaga-jaga kalo gw mati Akan datang, umur kan gak ada yang tau”

Dari yang bertanya, apa yang boleh kita lakukan kesusu jika kita mendengar, atau tak sengaja mengucap hal yang negatif seperti itu.

Gw menjawab “nyebut aja Decay!”

====
DECAY!
====
Decay ini artinya membusuk, kata Decay (baca: dikei) ini diajarkan oleh guru-guru meditasi kasta tinggi, sifatnya semesta untuk semua keyakinan.

Decay itu jika kita melaksanakan diri ini ialah tanaman (Di bidang psikologi, sering klien-nya diminta menggambar House Tree Person)

Maka itu ada istilah “don’t cut the tree”
Lain pohonnya ditebang tapi biarkan ranting yang tidak menguntungkan membusuk. Agar dari ranting yang membusuk itu bertunas ranting baru yang boleh berkembang atau berbunga baik (bunga kebajikan)

Kita memandang bagaimana alam ini bekerja, di mana dikala salah satu ranting tumbuhan tertulis decay/membusuk, maka tumbuhan itu tidaklah mati, tapi dari ranting yang membusuk hingga setelah itu tumpur ke tanah, maka akan berkecambah ranting yang baru, dengan bunga atau buahnya yang indah.

Begitulah pemahamannya untuk signifikansi Decay ini sendiri

Diwaktu kita menyebut kata “decay” untuk membatalkan pikiran dan perkataan negatif orang lain/diri Satu-satunya, kita dengan penuh kesadaran menyadari bahwa apa yang polos kita dengar atau kita ucapkan itu merupakan barang yang buruk.

Maka, kita pun dengan penuh kesadaran tuntut sorongan tangan Tuhan asalkan Individual keabsahan kebenaran yang boleh membatalkan Memburukkan( di mana kita meyakini, semua hal dan kehendak di bagian ini kembali lagi ke Tuhan.

Dengan membusuknya ranting Tercatat, maka kita pun percaya bahwa Tuhan akan mengambil alih dengan ranting baru alias kesadaran baru yang Biak. Bahkan mungkin ranting itu akan membuat bunga dan buah yang indah.

Dan semakin sering kita “notice” bahwa yang lagi diucapkan/didengar itu yakni hal yang Cacat, maka semakin usang kita pun akan mahir untuk tidak berdiskusi Cacat, maka kita tidak urgen lagi men”decay”.

Dan seandainya Tanaman, di mana tanaman itu Bertapak, ada juga kata yang diajarkan merupakan “ROOT-ed” (baca: ruutid), di mana tunduk Rooted ini wahid artinya kita juga ingin men”download” hal baik yang kita dengar/saksikan untuk turut mengakar di dalam diri kita. Jadi.. Rooted ini kebalikannya Decay.

===

Kalimat pencabutan patuh agama.

==

Tunduk gw Semata wayang, tiap kali gw salah ngomong, atau dengar hal yang rusak entah itu berita, atau cakap orang lain pada gue, dan worry itu masuk ke bawah siuman gue.

gw langsung bilang “Decay, aman. AMIN!”

Begitu.

Baca juga :

Terimakasih